Main Posts Background Image

Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts
Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts

Monday, July 21, 2025

Seorang Laki-Laki Muslim Memiliki Harga Diri Yang Tinggi

Seorang Laki-Laki Muslim Memiliki Harga Diri Yang Tinggi
Seorang Laki-Laki Muslim Memiliki Harga Diri Yang Tinggi


Kalau Kamu Seorang Laki-Laki Muslim, Maka…

Harga diri seorang laki-laki bukan diukur dari seberapa keras dia marah pada keadaan, tapi seberapa kuat dia bangkit dan menafkahi keluarganya dengan cara yang halal dan bermartabat.

1. Bangunlah Jam 4 Pagi

Kenapa jam 4? Karena saat itu udara masih bersih, pikiran masih jernih, dan dunia belum ribut oleh notifikasi. Waktu ini adalah "prime time"-nya ruhani. Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan kita bangun sebelum Subuh. Inilah waktu emas yang disia-siikan banyak orang — tapi justru jadi titik awal kebangkitan bagi mereka yang ingin hidup penuh berkah.

2. Sempatkan Shalat Tahajud

Shalat malam bukan sekadar ibadah sunah. Ia adalah terapi spiritual. Di tengah gelap dan sunyi, kamu berdua saja dengan Allah. Di situlah hati dibersihkan, beban dilepas, dan doa dilantunkan. Banyak orang besar terbiasa Tahajud. Bukan karena mereka sempat, tapi karena mereka tahu betapa berharganya waktu itu.

3. Qabliyah Subuh dan Subuh Berjamaah

Dua rakaat sebelum Subuh nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya. Lalu Subuh berjamaah di masjid? Itu bukan hanya ibadah, tapi juga bentuk disiplin sosial dan spiritual. Kamu bukan cuma bangun pagi, tapi kamu juga menunjukkan bahwa kamu bagian dari komunitas yang siap bergerak sejak fajar.

4. Workout Minimal 15 Menit Sehari

Tubuh ini amanah. Sehat itu modal untuk ibadah, kerja, dan berjuang. Gak harus nge-gym mahal, cukup push-up, stretching, atau jogging ringan. 15 menit cukup untuk memompa semangatmu seharian. Laki-laki harus kuat — bukan untuk sok jagoan, tapi untuk siap menghadapi tantangan.

5. Mandi Air Dingin

Terdengar sepele, tapi efeknya luar biasa. Mandi air dingin melatih ketahanan mental dan fisik. Saat kamu bisa menaklukkan rasa malasmu untuk mandi dingin, kamu melatih dirimu untuk menaklukkan rasa malas dalam hal lain. Plus, efeknya bikin segar dan siap tempur!

6. Keluarlah dan Cari Uang

Rezeki nggak datang ke orang yang hanya diam. Islam mengajarkan kita untuk bekerja, bukan sekadar menunggu. Nafkah yang halal itu bukan cuma tanggung jawab, tapi juga kehormatan. Laki-laki sejati adalah yang berani mengambil peran itu. Bukan sibuk rebahan sambil nyinyir di media sosial.

Seorang Laki-Laki Muslim Memiliki Harga Diri Yang Tinggi
Seorang Laki-Laki Muslim Memiliki Harga Diri Yang Tinggi



Karena Menjadi Laki-Laki Muslim Itu Ada Standarnya

Laki-laki Muslim bukan sekadar gelar. Ia adalah identitas yang harus diperjuangkan setiap hari. Dalam dunia yang makin serba instan dan penuh distraksi, menjaga ritme harian seperti ini adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap kemalasan, kebingungan arah hidup, dan budaya instan.

Mulailah dari rutinitas sederhana ini. Karena dari situlah hidupmu akan bertumbuh — sebagai pribadi yang kuat secara ruhani, sehat secara jasmani, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Jangan tunggu jadi lelaki sempurna. Cukup mulai hari ini, dan konsistenlah esok hari.








Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com

Friday, July 11, 2025

Tektokan: Tren Pendakian Cepat untuk Generasi Gen Z yang Sibuk

Bosan dengan rutinitas? Pengen ngerasain sensasi berdiri di puncak gunung tapi gak punya waktu banyak? No worries! Ada tren baru nih buat kamu para pecinta alam yang super sibuk: tektokan.

Apa sih tektokan itu?

Tektokan, atau pendakian tektok, adalah cara kekinian untuk menaklukkan gunung tanpa perlu ribet bawa tenda dan logistik sekarung. Bayangin aja, kamu bisa summit attack, ngerasain euforia di puncak, terus langsung cabut balik lagi ke bawah dalam waktu singkat. Asyik kan?

Bedanya Tektokan sama Hiking Biasa Apaan Sih?

Kalau hiking biasanya santai, jalan-jalan menikmati pemandangan, tektokan lebih fokus ke kecepatan dan efisiensi. Peralatan yang dibawa juga minimalis banget, cukup tas ransel kecil berisi air minum, snack, dan baju ganti.

Tektokan: Tren Pendakian Cepat untuk Generasi Gen Z yang Sibuk


Kenapa Tektokan Lagi Hits Banget?

  • Cepat dan Praktis: Cocok banget buat generasi yang super sibuk. Gak perlu izin cuti lama-lama, cukup luangin waktu sehari aja udah bisa ngerasain sensasi mendaki.
  • Minimalis: Gak perlu ribet bawa banyak barang. Tinggal pakai baju nyaman, sepatu gunung, dan siap tempur!
  • Tantangan: Meski singkat, tektokan tetap memberikan tantangan tersendiri. Kamu harus punya fisik yang fit dan stamina yang kuat.
  • Aestetic: Banyak spot-spot keren di gunung yang bisa jadi background foto Instagram-able. Dijamin feed kamu bakal makin kece!

Tips buat Kamu yang Mau Nyoba Tektokan

  • Pilih Gunung yang Tepat: Cari gunung dengan jalur yang tidak terlalu terjal dan waktu tempuh yang relatif singkat.
  • Cek Cuaca: Pastikan cuaca cerah saat kamu mau mendaki. Hindari mendaki saat musim hujan atau cuaca ekstrem.
  • Bawa Peralatan yang Cukup: Selain air minum dan makanan, jangan lupa bawa jas hujan, senter, dan obat-obatan darurat.
  • Jangan Lupa Peregangan: Lakukan pemanasan sebelum mendaki untuk menghindari cedera.
  • Jaga Kebersihan: Bawa pulang sampahmu dan jangan merusak alam sekitar.

Jadi, siap untuk cobain sensasi tektokan? Ajak teman-temanmu dan rasakan serunya menaklukkan puncak gunung dalam waktu singkat. Jangan lupa abadikan momen seru kamu dan share di sosial media ya!

#tektokan #pendakian #petualangan #outdoor #exploreindonesia

Tektokan: Tren Pendakian Cepat untuk Generasi Gen Z yang Sibuk


Disclaimer: Sebelum melakukan pendakian, pastikan kamu dalam kondisi sehat dan fit. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman jika kamu masih pemula.

Gimana, tertarik buat nyoba?

Yuk, kita eksplor alam Indonesia bareng-bareng!

Gunung Lawu dilihat dari Karang Anyar

Gunung Lawu dilihat dari Matesih Karagn Anyar

Gunung Cirema Kuningan dari Sumber


tektokan, pendakian, gunung, hiking, outdoor, adventure, travel, Indonesia, Gen Z



Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com
x

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Tiga sahabat alumni SMA 23 '98 di Puncak Palasari Dari kiri: Upray, saya (penulis), dan Hendra di Puncak Palasari 1852 MDPL.


Masih ingat nggak, dulu zaman SMA, energi kita kayak nggak ada habisnya? Pulang sekolah main basket, malamnya nongkrong di warung kopi, besoknya masih segar bugar ikut upacara. Sekarang? Baru meeting online seharian saja rasanya punggung mau copot. Tapi anehnya, ada satu hal yang nggak pernah luntur: semangat buat "main" bareng sahabat lama.

Itulah yang ada di kepala saya (Hilfan), Hendra, dan Upray beberapa minggu lalu. Di tengah obrolan grup WhatsApp yang isinya cuma "wacana, wacana, dan wacana", akhirnya kami bertiga nekat. "Bro, nanjak yuk? Yang deket-deket aja, yang penting keringetan bareng," kira-kira begitu bunyinya.

Dan "deket-deket" itu membawa kami ke sebuah petualangan kecil yang epik, sebuah reuni tipis-tipis angkatan '98 di atap Bandung.

Kenapa Harus Gunung Palasari?

Jujur, pilihan jatuh ke Gunung Palasari di kawasan Bandung Timur ini lebih karena faktor "realistis". Usia sudah kepala empat, dengkul udah nggak se-ori dulu, dan stamina... yah, tahu sendirilah. Kami butuh trek yang menantang tapi tidak membunuh, yang pemandangannya indah tapi nggak perlu cuti seminggu.

Gunung Palasari, dengan puncaknya di 1852 MDPL (meter di atas permukaan laut), adalah jawaban sempurna. Cukup untuk membuat napas jadi Senin-Kamis, tapi juga cukup untuk memberikan rasa pencapaian yang luar biasa.

Perjalanan dimulai pagi buta. Udara dingin Lembang (atau Jatinangor, tergantung rute yang dipilih) yang dulu jadi teman nongkrong, sekarang jadi penanda dimulainya perjuangan. Bukan lagi berburu sarapan bubur ayam, tapi berburu sunrise dan ketenangan.

Trek Menuju Puncak: Tanjakan, Candaan, dan Kesadaran

Mendaki di usia 40-an itu beda banget, bro. Dulu mungkin kita balapan lari ke puncak. Sekarang? Setiap 15 menit ada saja alasannya untuk berhenti. "Eh, bentar, fotonya bagus nih di sini," padahal aslinya mau atur napas. "Eh, minum dulu, bro, biar nggak dehidrasi," padahal jantung udah disko.

"Obrolan kami di sepanjang trek bukan lagi soal gebetan atau PR Kimia. Sekarang topiknya ganti: cicilan KPR, tagihan sekolah anak, dan rekomendasi tukang urut yang bagus buat asam urat."

Tapi di antara napas yang tersengal dan keringat yang bercucuran, ada sesuatu yang magis. Kami kembali menjadi diri kami yang dulu. Hendra yang selalu jadi navigator (meski kadang sotoy), Upray yang jadi tukang lawak pencair suasana, dan saya... mungkin saya yang paling sering minta istirahat.

Hutan tropis yang lebat, suara serangga, dan sesekali kabut tipis yang turun seolah menjadi mesin waktu. Lupa sejenak sama kerjaan, lupa sama deadline. Yang ada hanya langkah kaki, suara tawa, dan punggung teman di depan sebagai penanda tujuan.

Akhirnya Puncak! Pelajaran dari Sebuah Papan Biru

Dan akhirnya, setelah perjuangan yang terasa (agak) heroik, kami sampai juga. Lihat saja foto di atas. Muka kucel, baju basah keringat, tapi senyumnya tulus. Di belakang saya ada dua papan yang jadi saksi.

  • Papan Biru di Pohon: PUNCAK PALASARI - 1852 MDPL. Angka itu bukan sekadar ketinggian. Bagi kami, itu adalah bukti bahwa semangat '98 belum padam. Bukti bahwa meski raga tak lagi prima, tekad kami masih bisa membawa kami ke tempat-tempat luar biasa.
  • Papan Putih di Kanan: BAWA KEMBALI SAMPAHMU!!!. Ini tamparan sekaligus pengingat. Dulu mungkin kita cuek, buang sampah sembarangan. Sekarang, di usia yang lebih matang, kami sadar betul arti tanggung jawab. Gunung memberi kita kedamaian, masa kita balas dengan sampah? Pelajaran sederhana tapi mendalam: tinggalkan jejak yang baik, di mana pun kita berada.

Berdiri di puncak, memandang hamparan hijau di bawah, rasanya semua lelah terbayar lunas. Kami tidak menaklukkan gunung; kami menaklukkan keraguan diri sendiri.

Sebuah Pesan untuk Angkatan '98 dan Persahabatan yang Tak Lekang Waktu

Perjalanan turun selalu terasa lebih cepat, ditemani obrolan tentang rencana selanjutnya dan tentu saja, perut yang sudah keroncongan minta diisi nasi timbel.

Pendakian ke Palasari ini lebih dari sekadar aktivitas fisik. Ini adalah tentang investasi. Bukan investasi saham atau properti, tapi investasi pada persahabatan. Di tengah kesibukan kita sebagai ayah, ibu, profesional, atau pengusaha, meluangkan waktu untuk hal-hal seperti ini adalah kemewahan yang wajib kita ciptakan sendiri.

Untuk semua teman-teman Alumni SMA 23 Bandung Angkatan '98 di mana pun kalian berada, foto ini adalah panggilan. Bukan untuk pamer, tapi untuk menginspirasi. Mungkin bukan gunung, bisa jadi hanya sekadar ngopi bareng, main futsal, atau makan malam.

Kapan terakhir kali kamu tertawa lepas bersama sahabat SMA-mu?

Mari kita buat "wacana" di grup WhatsApp

Tiga sahabat alumni SMA 23 '98 di Puncak Palasari Dari kiri: Upray, saya (penulis), dan Hendra di Puncak Palasari 1852 MDPL.

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Sebuah cerita reuni alumni SMA 23 Angkatan '98. Pendakian ke Puncak Palasari yang penuh canda, napas tersengal, dan arti sebuah persahabatan sejati di tengah hutan Bandung Timur. Inspirasi buat kamu yang rindu "main" bareng teman lama!

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

Kisah Tiga Sahabat '98: Reuni Tipis-Tipis di Puncak Palasari 1852 MDPL

itu menjadi nyata. Karena pada akhirnya, cerita seperti inilah yang akan kita kenang saat tua nanti. Bukan lembar kerja Excel atau tumpukan invoice.

Sampai jumpa di reuni selanjutnya, entah di puncak gunung mana lagi atau sekadar di warung kopi langganan.

Salam hangat dari ketinggian 1852 MDPL!



#Reuni98 #SMA23Bandung #GunungPalasari #HikingBandung #FriendshipGoals #NostalgiaSMA #CeritaPendaki


Tuesday, October 15, 2024

Asiknya Pendaki Tektok, Apa Bedanya dengan Pendaki Biasa?

Asiknya Pendaki Tektok, Apa Bedanya dengan Pendaki Biasa?



Mendaki gunung telah menjadi salah satu aktivitas favorit yang semakin marak dilakukan. Di sejumlah gunung dekat Jakarta misalnya, setiap akhir pekan aktivitas pendakian kerap padat. Banyak rombongan berjalan beriringan sambil membawa ransel besar. Namun ada juga orang-orang yang hanya membawa tas kecil. Mereka dikenal sebagai para pendaki tektok.


Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi bagi komunitas pendaki, tektok telah menjadi fenomena tersendiri. Seiring dengan beragamnya minat dan gaya hidup, muncullah berbagai variasi dalam cara mendaki gunung, salah satunya adalah "pendaki tektok".


Berbeda dengan pendakian pada umumnya, para pendaki tektok menempuh puncak gunung dan pulang dalam waktu singkat tanpa berkemah.

Pendaki tektok atau tik-tok adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang mendaki gunung dengan cara yang berbeda dari pendakian pada umumnya. Dalam kegiatan ini, pendaki melakukan pendakian dan turun dari gunung hanya dalam satu hari, tanpa bermalam atau berkemah di gunung tersebut.

Pendaki tektok memilih cara yang cepat dan efisien untuk menikmati pendakian gunung tanpa memerlukan waktu yang banyak atau persiapan yang rumit. Biasanya, pendakian tektok dilakukan di gunung-gunung yang memiliki jarak tempuh ke puncak yang tidak terlalu jauh, dengan estimasi waktu pendakian sekitar 2-3 jam saja, bahkan menurut Outsideonline, ada yang kurang dari satu jam.

Pendaki tektok cenderung mengutamakan efisiensi waktu dan kecepatan, sehingga peralatan yang dibawa pun minimalis, cukup untuk kebutuhan sehari seperti air, makanan ringan, dan pakaian tambahan. Jenis pendakian ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, namun tetap ingin menikmati keindahan alam dan sensasi mendaki gunung.




Bedanya dengan Pendaki Biasa: Hiking dan Trekking

Mendaki tektok berbeda dengan dua jenis pendakian lainnya yang lebih dikenal, yaitu hiking dan trekking. Meskipun ketiganya bermakna berjalan kaki di alam terbuka, ada perbedaan mendasar dalam durasi, intensitas, dan peralatan yang dibutuhkan.

Hiking adalah kegiatan berjalan kaki di alam bebas di jalur yang telah ditentukan, pendaki berjalan dari satu pos ke pos lainnya. Seperti pendakian tektok, hiking tidak memerlukan peralatan berkemah atau persiapan yang terlalu rumit. Namun, durasi hiking cenderung lebih lama dibandingkan tektok, bisa lebih dari 3 jam hingga sehari penuh.

Disadur dari Much Better Adventures, hiking biasanya dilakukan untuk rekreasi, mendapatkan udara segar, dan meningkatkan kesehatan fisik serta mental. Jalur hiking biasanya mudah diakses, terletak di dekat area perkotaan atau taman nasional, sehingga cocok untuk pemula dan bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok.

Sementara itu, trekking menurut The Adventure Travel Network merupakan bentuk pendakian yang lebih intens dan memakan waktu lebih lama, bahkan ada yang berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Trekking melibatkan perjalanan jarak jauh melalui medan yang lebih menantang dan memerlukan tingkat kebugaran fisik yang tinggi. Berbeda dengan hiking, trekking biasanya dilakukan di lokasi yang lebih terpencil, seperti pegunungan tinggi, hutan lebat, atau daerah yang memiliki keindahan alam atau nilai budaya yang signifikan.

Karena durasi dan medan yang dilalui lebih berat, trekking memerlukan peralatan khusus dan persiapan yang lebih matang, termasuk perencanaan logistik, perbekalan, dan perlengkapan untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca dan ketinggian.

Pendakian tektok, hiking, dan trekking menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para penggemar alam. Pendaki yang ingin menikmati sensasi mendaki gunung tanpa harus bermalam mungkin lebih cocok dengan model pendakian tektok.



Sementara itu, mereka yang mencari pengalaman lebih mendalam dengan durasi yang lebih panjang dan tantangan fisik yang lebih besar mungkin akan memilih hiking atau trekking. Setiap jenis pendakian memiliki daya tarik tersendiri dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kebugaran masing-masing individu.

Dengan memahami perbedaan antara pendakian tektok, hiking, dan trekking, para pendaki dapat memilih jenis pendakian yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Baik untuk sekadar melepaskan penat atau mencari petualangan di alam terbuka, ada banyak cara untuk menikmati keindahan alam dengan berjalan kaki.





Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com




Sunday, September 15, 2024

Memeriahkan program IKA SMAN 23 Bdg ,jalan jalan ke Tahura

program IKA SMAN 23 Bdg ,jalan jalan ke Tahura



Assalamualaikum wr wb
Selamat Siang...

Hayu warga 2398 ikut memeriahkan program IKA SMAN 23 Bdg ,jalan jalan ke Tahura..yg ditengah perjalanan bisa botram + ngopi2 sambil pasang  ayunan ( hammock).

Yg mau bergabung daftar dulu ke no (081320259728), dan untuk kebutuhan tiket masuk( 17.500/org) pembayaran ke Rek bendahara Annisya K BCA 7771797923.

Demikian disampaikan
Terima kasih

Catatan : 
1. Memakai Sepatu olah raga
2. Goresek...(jas hujan plastik)
3. Makanan dan Minuman

Dukomentasi

Perserta angkatan 98

Memeriahkan program IKA SMAN 23 Bdg ,jalan jalan ke Tahura



List Pendaftar Fun Walk 2398 (yg sdh bertiket)
1. Kartika
2. Anne 
3. Terra
4. Tresna
5. Neneng Yusri
6. Indri 
7. Mala
8. Anis
9. Hendra Hermawan
10. Ritanto Irawan 

Ditunggu di titik kumpul Pintu Masuk 1 jam 07.00.
Buat yg lain yg mau bergabung silahkan kordinasi langsung di titik kumpul.
Terima kasih

Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com

Thursday, April 6, 2023

Bukber 23-98 Kamis 6 April 2023

Bukber 2298 Kamis 6 April 2023





*BUKBER 2398 - KAMIS 6 APRIL 2023*
*(Acara free tanpa dipungut biaya untuk takjil Dan makan berat sepuasnya)*

*Bertempat di kedai sie Aa*
jl.lingkar kencana blok A II No 24
komplek Bumi kopo kencana


_Akan diadakan penggalangan donasi seiklasnya untuk panti asuhan (dadakan ditempat)_

_Akan Ada doorprize voucher belanja alfamart, merchandise, Dan beberapa produk Dari teman2_

*MANFAATKAN UMUR SEBELUM DIKUBUR*

*LIST DAFTAR PESERTA:*
1. hendra hermawan
2. Ahmad burhan
3. Upray
4. Aris kodok
5. Decky
6. Tanto

Silahkan teruskan

Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com

Saturday, January 7, 2023

Healing Batu Kuda Gunung Manglayang 1818 mdpl

Bismillah
Assalamualaikum wr wb

Selamat Tahun Baru 2023, semoga Keberkahan menyertai kita semua..
Yang mau ikut trekking mari bergabung bersilaturahmi meluaskan rezeki...

Salam

Trekking manglayang 1818 mdpl

Trekking manglayang 1818 mdpl



Trekking manglayang 1818 mdpl

Jalan-jalan bareng Paketu ke Batu Kuda

Jalan-jalan bareng Paketu ke Batu Kuda

Jalan-jalan bareng Paketu ke Batu Kuda






































































































Forum Komunikasi Alumni SMUN 23 Bandung, angkatan 1998. info@forkom2398.com #alumnisma2398 #forkom2398 www.forkom2398.com

ForKom2398

Error 404

Artikel yang dicari tidak ada, silakan cari lagi di kolom "Search".

Go to Homepage